Hello world!

Blog ini merupakan blog pribadi dari Rijdz, Who am i? calon scientist, engineer, programmer, & developer. Buset,, keliatan nya keren semua yah kalo di bahasa inggris-in. Padahal itu ditulis semua gara-gara sang penulis masih bimbang jenjang karir mana yang akan dipilih. Wajar lah namanya juga masih remaja, masa pencarian jati diri. Rencananya blog ini akan diisi oleh pemikiran dan cerita baik yang serius maupun konyol hasil pengalaman dari Rijdz. Sekalian bikin jurnal, diary, logbook,  atau apapun namanya lahbaik teknikal atau non-teknikal yak. Agar biar supaya sehingga penulis punya catatan cerita hidup yang dapat di-share ke orang lain.

 

Why is it matter (for me, especially)? Sudah berapakah momen-momen kehidupan yang telah anda alami terlewat begitu saja, hanya sekilas terjadi dan anda lupakan begitu saja? Lalu apa essence dari momen tersebut hadir dalam hidup anda? Hanya tersimpan didalam otak anda sendiri dan menunggu usia menggerogoti daya ingat anda, satu per satu momen tersebut hilang. Tak ubah nya dengan lifecycle dari digital storage device yang anda miliki seperti harddisk ataupun Solid State Disk (SSD), yang hanya akan bertahan hidup setelah melakukan proses write/erase beberapa kali. Ataukah momen tersebut secara tidak sengaja dilupakan oleh otak anda. Anda terbangun dari tidur lalu anda lupa apa yang telah terjadi beberapa momen-momen yang mungkin penting bagi anda di suatu hari kelak. Mungkin hanya akan ingat momen kejadianya secara garis besar, namun detailnya? who knows? Hal ini dapat dianalogikan dengan cara kerja Random Access Memory (RAM) yang memiliki sifat volatile. Volatile berarti memory masih akan menyimpan data selama masih ada daya yang dialirkan, begitu aliran daya open, data terhapus dari system. Analogi-analogi yang disebut diatas gak berlaku buat orang-orang yang punya kemampuan eidetic memories. Namun, dibalik segala alasan-alasan yang terkesan ilmiah dan serius diatas, sebenarnya saya ingin memiliki bahan cerita untuk diceritakan kepada teman, rekan, ataupun stranger yang baru ketemu dijalan.

Pernah ga sih ngerasaain kita dalam kondisi awkward saat berbincang-bincang dan kita kehabisan bahan obrolan? Basi juga kan kalo kita obrolin bahan cerita yang kita ceritakan terus ke orang-orang. Dan akhirnya lawan bicara kita ngomong, “ketoke koe wes pernah cerito kui e?” (baca: “kayaknya lo udah pernah cerita itu deh?”). Atau anda sendiri yang bilang ini ke lawan bicara anda, “eh, aku wes tau cerito iki neng koe durung sih?” (baca: “eh, aku udah pernah cerita ini belum sih?”). Hal itu dikarenakan karena anda hanya mempunyai beberapa cerita andalan yang anda terus-menerus anda ceritakan ke orang. Boring kan? That’s why, walaupun telat sadar betapa pentingnya punya diary akhirnya saya mencoba untuk menulis apapun kedalam blog ini. So, just sit back & relax for another post coming up (kayak blog ini rame aja, hahahahahikshiks *ketawanangis)

Rijdz

1 Comment

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*


5 + = eleven

© 2018 Rijdz

Theme by Anders NorenUp ↑